Senin, 20 Juni 2011

Jalan Jalan diKota Baru

Pantai Senakin adalah pantai yang biasa ramai di hari raya lebaran, karena memang panorama disana tak usah diragukan keindahannya. Dengan hamparan pasir yang luas, landai dan basah yang diselingi aliran kecil air menuju lautan, pantai itu nyaman dijamah dengan kaki telanjang. Coba tengok foto-foto di bawah ini, bayangkan Anda yang ada disana, dan niatkan bahwa suatu hari Anda akan benar-benar disana.


Stream


Single spirit


Mungkinkah padang mahsyar seindah ini?


Dua pria berkaos hitam di belakang adalah Jacob Black dan Edward Cullen versi Sebuli


Beach wood

Masyarakat Desa Sebuli gemar mengonsumsi ikan. Makhluk air itu adalah aktor utama supplier protein hewani bagi warga. Untuk mendukung kemandirian pangan, desa memiliki sebuah tambak ikan yang dikelola bersama. Tambak dengan kedalaman 20 meter itu adalah eks-kawah tambang. Suasana asri di sekitar tambak menjadi daya tarik tersendiri, sehingga selain produsen ikan, tambak itu bisa menjadi arena pelepasan endorfin yang nyaman.







Kai inilah orang yang berjasa menjaga tambak. Kai Tambak ini juga-dengan keberanian yang gigantik-menyatakan tertarik kepada salah satu wanita di kelompok kami

Kabupaten Kotabaru memang unik. Jika lazimnya pulau utama dijadikan pusat ekonomi dan pemerintahan, maka lain halnya dengan kabupaten ini. Ibu kota kabupaten ada di sebuah pulau di tenggara Borneo, Pulau Laut namanya. Pulau itu tak kalah potensial pesona alamiahnya. Coba kunjungi daerah sekitar siring laut yang selalu sibuk dengan aktivitas pelayaran. Monumen ikan pedang di Siring Laut adalah ciri khas lain pulau ini. Atau coba sambangi pantai gedambaan. Dengan merogoh beberapa lembar ribuan rupiah, Anda sudah bisa menikmati pesona pantai yang langsung berhadapan dengan bukit. Selain tiket, untuk memasuki area pantai itu Anda juga dianjurkan untuk membawa kamera, karena Gedambaan memang terlalu indah untuk dilewatkan rekaman lensa kamera.


Komposisi penduduk di Pulau Laut lebih heterogen. Etnik Cina terlihat cukup banyak disini. Dalam figur diatas, kami berdiri di hadapan klenteng




Siring Laut, monumen kebanggaan Kotabaru














Well, segitu dulu ceritanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar